tiupan angin panas bergeser dengan butir-butir pasir. dan yang wujud
hanya dua sosok tubuh kesatriya; haajar dan si anak. mereka ditinggalkan.
itu bukan pilihan mereka, tetapi mereka dipilih untuk itu. lalu mereka
akur dengan pilihan tuhan.
hari-hari tanpa teman di jiwa. namun, dari sisi lain, tercatat hikmah
teragung dalam nilaian tarbiyah tuhan.
si anak untuk dikorbankan, haajar sekali lagi berlaku optimis dan akur.
haajar menjadikan si anak pemuda rabbaniyyah yang menurut kata
tuhan walau dia tahu kerinduannya belum cukup terubat juga jiwanya
belum terisi penuh dengan kasih sang ayah.
laka walmulk Laa sharika lak